MONYET NAK JADI MANUSIA, MONYET TAK NAK JADI MANUSIA

Posted: September 3, 2010 in Uncategorized

Pada suatu hari ada seekor cucu monyet yang masih kecil bermain di tepi sungai.

Jika penat bermain, ia duduk di atas sebatang pohon.

Tidak berapa lama sang monyet melihat seorang lelaki berjalan menuju sungai membawa timba dan kain basahan.

Si monyet terus diam memerhatikan lelaki itu mandi di sungai; menggosok gigi, bersabun dan bersampo. Apabila selesai mandi, lelaki itu pun memakai pakaian yang cantik dan rapi; kemudian ia pulang. Cucu monyet ini tak habis fikir, lalu ia pun pergi mencari neneknya untuk memberitahu apa yang baru dilihatnya.

“Neeek!!!” Jerit sang cucu.

“Ada apa, cu?” Jawab sang nenek terkejut.

“Alangkah seronoknya jadi manusia, ya nek!” Kata sang cucu.

“Seronok? Mengapa cucu cakap macam itu?” Tanya si nenek.

“Aku baru mengintai manusia yang sedang mandi di sungai. Seronok sangat nampaknya, nek. Dia gosok gigi, bersabun dan bersampu. Sesudah mandi dia lap tubuhnya, lalu memakai pakaian yang cantik. Kalaulah kita jadi manusia, ya nek!!!” kata sang cucu.

“Alaa… cucuku, sebenarnya tidak seronok jadi manusia!” Kata sang nenek tegas dan meyakinkan.

“Kenapa, nek?” Sang cucu ingin tahu.

“Manusia mempunyai banyak kewajipan dan larangan, cu. Pada bulan Ramadan diwajibkan puasa ke atas mereka. Jika mereka tidak akur, mereka berdosa dan mendapat seksa di akhirat. Mereka juga dilarang mencuri, main nombor ekor, bersifat angkuh, memutuskan silaturahim dan banyak lagi”, sang nenek menjelaskan.

“Yakah, nek? Cucu baru tahu,” sampuk sang cucu kehairanan.

Sang nenek melanjutkan: “Sebenarnya, cu, lebih seronok jadi monyet macam kita ini berbanding jadi manusia. Kita monyet tidak ada kewajipan puasa, kita bebas makan bila-bila masa kita suka. Kita juga tidak dilarang mencuri; pisang orang pisang kita; rambutan orang rambutan kita; jering orang jering kita; durian orang durian kita juga. Pendek kata, kita boleh lakukan apa sahaja yang kita suka bila-bila masa.”

“Jadi, jika ada di antara manusia keberatan berpuasa, silakan sahaja jadi monyet, ya nek?” kata sang cucu yang semakin bijak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s